Kemah Budaya Kaum Muda Antara Kekunoan dan Kekinian

MARKNEWS.ID, Yogyakarta – Kemah Budaya Kaum Muda (KBKM) digelar di Candi Prambanan, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, Ahad-Rabu, 21-25 Juli 2019. Lebih dari 500 pemuda dari 28 provinsi ikut dalam kemah itu.

Lokasi di lingkungan Candi Prambanan menyimbolkan kekunoan dan para pemuda dituntut untuk mengejar revolusi industri 4.0 yang kekinian. Meskipun Candi Prambanan merupakan peninggalan kuno, namun menyimpan teknologi yang luar biasa.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy mengungkapkan situs Candi Prambanan sebagai bukti kemajuan peradaban masa lalu yang berbasis sains (science), teknologi (technology), rekayasa (engineering), seni (art), dan matematika (STEAM). Dalam pemajuan kebudayaan, sangat wajar untuk menggunakan pendekatan STEAM, khususnya unsur teknologi yang sangat lekat dengan keseharian kaum muda.

“Coba bayangkan Candi Prambanan itu kalau tidak dibuat dengan penuh perhitungan, atau tidak dengan STEAM, mana mungkin bisa membangun yang seperti itu,” kata Muhadjir usai membuka Kemah Budaya Kaum Muda  di Candi Prambanan, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, Ahad malam, 21 Juli 2019.

Sebetulnya, kata dia,  ketika bicara budaya kaitannya dengan STEAM itu harapkan ada hubungan dialektik antara alam kesadaran dengan alam nyata. Sehingga bisa dijadikan sedemikian rupa menjadi alat media dari alam kesadaran.

Muhadjir berharap agar KBKM dapat diselenggarakan secara rutin dan terus dievaluasi. KBKM disebutnya menjadi salah satu upaya pemerintah untuk membudayakan STEAM khususnya di kalangan kaum muda, generasi penerus bangsa.

“Mendarahdagingkan STEAM kepada masyarakat kita merupakan bagian dari gerakan budaya,” kata dia.

Ia juga menambahkan, Candi Prambanan juga menjadi simbol kerukunan antar umat. Di sebelah candi peninggalan agama Hindu itu juga terdapat candi peninggalan agama Buda. Sementara saat ini yang merawat candi-candi itu umat lainnya (yang mayoritas muslim).

Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta Sri Sultan Hamengku Buwono X mendorong kaum muda menjadi pribadi inovatif dan profesional. Strategi kebudayaan yang telah dirumuskan pada Kongres Kebudayaan Indonesia tahun 2018 yang lalu harus mampu mendorong bangsa Indonesia menuju peradaban maju.
“Bangsa yang memiliki strategi kebudayaan berarti memiliki pembimbing menuju peradaban maju. Sehingga mampu menjaga dan memperkuat kepribadian nasional, kontinuitas kebudayaan unggul. Dan kemampuan untuk mandiri sekaligus memperkuat kesatuan nasionalnya,” kata Sri Sultan Hamengku Buwono X.

Strategi kebudayaan, lanjut Sultan, harus mampu menjadikan kebudayaan menjadi arus utama pembangunan. Serta memperkuat dimensi kepemimpinan, pendidikan, dan ekonomi. Khususnya dalam menyongsong era industri 4.0 yang penuh dengan ketidakpastian. Langkah pemajuan kebudayaan dengan pendekatan STEAM yang melibatkan kaum muda dipandang tepat oleh Sri Sultan.

“Sudah, jangan terlalu banyak menoleh ke belakang lah. Kita songsong masa depan,” imbuh Sultan.

Tidak dapat dipungkiri bahwa teknologi menjadi salah satu penggerak di berbagai bidang kehidupan. Namun, konten menjadi kunci dalam memenangkan persaingan global.

“Perlombaan kita di level bangsa-bangsa kalau level teknologinya sudah kurang lebih sama, maka perlombaannya di level konten. Dan kita memiliki konten yang sangat luar biasa,” kata Direktur Jenderal Kebudayaan, Hilmar Farid.

Meskipun seleksi peserta KBKM mengakomodasi unsur representasi, namun, proses seleksi peserta diupayakan obyektif dan memenuhi standar agar dapat mencapai target keluaran yang diharapkan.

“Kita berupaya mendorong inovasi kaum muda ini. Karena mereka nantinya akan bertemu dengan teman-teman yang kurang lebih memiliki gairah dan kepedulian yang sama terkait pemajuan kebudayaan,” kata  Hilmar Farid.

Tinggalkan komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Harus diisi *

0 komentar