Bullying Bisa Muncul Dari Diri Sendiri


MARKNEWS.ID, Yogyakarta – Bulliying atau perundungan tidak hanya muncul dari orang lain. Tapi menurut psikolog,  perundungan terutama body shaming justru muncul dari diri sendiri. Bulliying merupakan bentuk penganiayaan secara psikologis atau fisik yang disebabkan oleh kurangnya rasa empati terhadap orang lain biasa disebut body shaming.


Fenomena yang memprihatinkan di tengah pergaulan remaja sampai saat ini banyak kasus bullying yang mendapat perhatian serius, karena definisi bullying sendiri masih abu-abu bagi banyak orang. Berkaitan dengan perilaku, bukan melihat perilaku dari akarnya atau dari gejalanya, harus dilihat dari semua aspek.

“Bullying belum tentu dari luar. Kita tahu seseorang melakukan bully ke seseorang berkaitan dengan bentuk tubuh atau body shaming misalnya. Tanpa sadar kita juga melakukan body shaming ke diri kita ketika berkaca, kok aku kurus, tidak tinggi. Itu artinya membody shamingkan sendiri sendiri, ” kata Artha Sekartaji ahli psikologi holistik dalam acara fashion talk show dan fashion show #bodyshaming di Ambarrukmo Plaza,  Minggu petang, 7 Juli 2019

Body shaming sering terjadi tidak hanya secara langsung.  Tetapi juga melalui media sosial. Maraknya media sosial dengan sangat mudah orang melakukan perundungan ke orang lain, bahkan ke orang yang tidak dikenal atau hanya berteman di media sosial  saja.

“Maka harus disikapi dengan bijak,” kata dia.

Komentar bentuk tubuh misalnya, lalu warna kulit yang hitam, dan lain-lain itu merupakan bullying.  


“Kalimat kok, kamu kurusan sekarang, tak sadar body shaming, orang yang dikomen bisa stres loh itu,” ia menjelaskan.


Ia menyebut, seseorang yang punya karakter melankolis, bisa sangat tersinggung karena  body shaming.  Apalagi ia punya sejarah masa lalu yang kurang menyenangkan dalam hidupnya.  Biasanya bisa cepat sekali terganggu dengan stimulus body shaming meskipun sesimple itu.

Artha menambahkan, untuk menghindari body shaming pada orang lain maupun diri sendiri, ada metode yang bisa diterapkan di rumah berkaitan dengan mencintai diri selama 21 hari. Sistem alam bawah sadar selama 21 hari akan menjadi perilaku otomatis.

“Misalnya di rumah setiap pagi bercermin mengucap saya cantik, saya bahagia, tersenyum. treatment simpel bisa dicoba di rumah. Katakan how beautiful I am,” kata dia.

Selain itu, untuk kasus bulliying terhadap anak  salah satu upaya yang dilakukan untuk mencegahnya adalah dengan memberikan penanaman pembiasaan baik pada anak. Hal baik yang dilakukan terus-menerus akan menjadi kebiasaan positif dan tumbuh menjadi karakter anak.

Pembiasaan tersebut bisa dilakukan dengan memonitoring anak dengan cara yang tepat. Selain untuk menghargai orang lain juga menghargai dirinya sendiri.

#Fashionstopbullying adalah sebuah pergelaran fashion yang pertama kali digelar sebagai upaya menekan terjadinya bullying di masyarakat. Pergelaran fashion ini menjadi komitmen dari Arby Vembria Modeling School.


“Ketika mulai berproses, ada sebuah metode program di mana semua siswa bisa berproses, dia mencoba menyayangi dirinya tanpa melihat kekurangannya,” kata Founder Modeling School Arby Vembria.


FULL

Tinggalkan komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Harus diisi *

0 komentar