Muhammad Yazid : Penanganan Covid-19 DIY Lamban

Muhammad Yazid 

Marknews.id, Yogyakarta-Penanganan kasus Covid-19 di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dinilai lamban oleh anggota DPRD DIY Muhammad Yazid. Karena penanganannya lamban, maka justru kasusnya semakin parah.Legislator dati Partai Persatuan Pembangunan (PPP) ini melihat masih  banyak persoalan yang muncul akhir akhir ini. Meskipun pemerintah telah banyak bekerja, namun angka kasus virus ini tergolong tinggi. 

DPRD melalui komisi D dan Pemerintah DIY akan menyiapkan anggaran sekitar Rp 130 miliar untuk penanganan Covid-19 yang semakin gawat ini. 

“Segera membuat rumah sakit lapangan untuk menangani pasien covid-19 yang bergejala berat,” kata Yazid, Sabtu, 24 Juli 2019.

Ia menambahkan DPRD DIY mengajak seluruh perguruan tinggi di DIY yang memiliki fakultas kedokteran dan keperawatan untuk terlibat aktif menangani pandemi. Apalagi anggaran untuk itu sudah disiapkan. 

Selain itu, juga ada  pendaftaran relawan untuk membantu penanganan pasien Covid-19 di rumah sakit lapangan. Mengingat saat ini seluruh IGD di rumah sakit umum maupun rujukan mengalami over kapasitas.

“Mengapresiasi seluruh relawan/ masyarakat yang saat ini telah membantu penanganan covid-19 mulai dari pemulasaran jenazah, pemakaman maupun relawan dari masyarakat yang bersedia mengantar pasien covid untuk mencari perawatan di rumah sakit secara sukarela,” kata dia.

Faktor lambannya penanganan covid ini terjadi dalam konteks birokrasi, karena pemda DIY tidak berdiri sendiri dan harus juga bergantung kepada pemerintah pusat.  

Terkait bantuan sosial bagi warga, Yazid meminta Pemda untuk benar-benar melakukan distribusi yang tepat sasaran .

“Bantuan kan juga ada dari pusat dan jika Pemda juga memberikan bantuan maka sebaiknya berbasiskan data yang tepat untuk menghindari permasalah yang ada, tetapi yang terpenting adalah bantuan tersebut bisa segera dilaksanakan,” kata dia.

 

 FULL

Tinggalkan komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Harus diisi *

0 komentar