Ogah Gantikan Kursi DPRRI Hanafi Rais, Yuni Astuti Justru Pimpin Perindo DIY

Yuni Astuti

Marknews.id, Yogyakarta – Yuni Astuti yang mundur dari Partai Amanat Nasional (PAN) dan tidak mau mengganti antar waktu kursi DPRRI Hanafi Rais justru memimpin Partai Perindo Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Sosok perempuan yang aktif di Pemuda Pancasila ini secara resmi menduduki sebagai Ketua Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Perindo DIY.

Yuni Astuti sebelumnya memang  memilih mundur dari keanggotaan PAN dan  dengan sendirinya menghentikan langkah politiknya dari peluang Pergantian Antar Waktu (PAW) DPR RI dari PAN Ahmad Hanafi Rais. 

Bertepatan dengan peringatan hari lahir pancasila tahun ini, Selasa (1/6), Yuni menyampaikan dirinya siap menjalankan amanah sebagai Ketua DPW Perindo DIY. Ia secara resmi telah menerima Surat Keputusan (SK) dari DPP Perindo perihal penetapan dirinya sebagai Ketua DPW Perindo DIY, pada 26 April 2021. Munculnya nama Yuni menjadi wajah baru sosok pemimpin Partai Politik di DIY dari kalangan perempuan. 

“Saya akan banyak isi pengurus dengan kader-kader perempuan dan akan sering turun ke lapangan langsung membantu masyarakat,” kata Yuni, Selasa, 1 Juni 2019.

Yuni mengaku dalam memimpin Perindo DIY ia akan melakukan pembenahan internal struktural partai. Pengurus Perindo DIY, dituntut dekat dengan masyarakat. 

“Jadi, alam saya memimpin tidak ada istilah pengurus SK semua pengurus harus rajin turun ke masyarakat membantu dengan menjalankan program-program Perindo sesuai kebutuhan masyarakat di DIY, ” papar Yuni. 

Lebih lanjut Srikandi yang aktif sebagai Ketua Badan Pengusaha Pemuda Pancasila (BP3) DIY itu menyampaikan pilihan politiknya yang bertepatan dengan peringatan hari lahir pancasila. Menurutnya, momentum 1 Juni sebagai momentum hari bersejarah. 

“Kita lebih menghargai perbedaan yang ada di sekitar kita, walau berani menyuarakan hal yang kurang benar tapi sebaiknya dilakukan dengan cara-cara yang benar dan beretika,” kata perempuan cantik ini.

Ia menyontohkan terkait etika dalam bermedia sosial. Contoh kasus pecel lele mahal di Malioboro tak perlu ke medsos tapi ke bisa pihak-pihak pemangku kebijakan secara langsung jadi tidak perlu ada ribut-ribut.

Istri dari Ketua MPW Pancasila DIY Faried Jayen Soepardjan itu menaruh harapan momentum hari lahir pancasila tahun ini dapat menumbuhkan kepedulian sosial serta persaudaraan sesama anak bangsa. 

“Tumbuhnya rasa handarbeni, bangkitnya budaya saling tolong. Kita makan satu piring masih akan kenyang walau kita bagikan hanya satu sendok, sedang orang lain bisa mati kalau tidak kemasukan sesuap nasi tersebut, ibaratnya begitu,” kata dia.

FULL

 

Tinggalkan komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Harus diisi *

0 komentar