Masih Banyak UMKM Belum Melek Teknologi Digital 

Seminar pemanfaatan teknologi untuk UMKM

Marknews.id – Yogyakarta – Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Daerah Istimewa ternyata masih banyak yang belum melek teknologi digital. Padahal dengan adanya teknologi ini, sangat membantu dalam banyak hal terutama di bidang pamasaran. Banyak para pelaku usaha terutama yang masih kategori mikro belum masuk ke penjualan secara daring (online).

Hal ini terungkap dalam seminar Merajut Nusantara, Jumat, 19 Maret 2021. Seminar ini bertema Pemanfaatan IT dalam Rangka Mendukung UMKM yang Berdaya Saing. Hadir dalam seminar secara luring dan daring ini dihadiri tiga pembicara yaitu anggota Komisi I DPR RI, Sukamta, Ketua Dewan Pakar ISKI Yuliandre Darwis serta Mansur Mashuri selaku owner Rumah Mesin.

“UMKM sebagai tulang punggung perekonomian Indonesia mestinya difasilitasi supaya mampu bersaing di pasar online,” kata Sukamta.

Seminar  yang diselenggarakan Bakti Kominfo dan disiarkan langsung dari Hotel Royal Dharmo diikuti peserta perwakilan UMKM dari kabupaten/kota di DIY.

Sukamta menyebutkan jumlah UMKM tercatat 64,2 juta, rata-rata bergerak pada bidang pertanian, peternakan, kehutanan, perikanan dan perdagangan.

Berdasarkan data, di Provinsi DIY, persentase UMKM mencapai 98,7 persen dari total jumlah usaha non-pertanian. Hitungan di atas kertas, jumlahnya mencapai 521.011, terbanyak di Kabupaten Sleman disusul Bantul.

Padahal UMKM memiliki banyak keunggulan di antaranya mampu menyediakan 99 persen lapangan kerja, menyerap angkatan kerja, memberikan kontribusi pendapatan (PDB) serta penyerapan investasi.

“Sayangnya UMKM yang berjualan online baru 17,1 persen. Pada era digital saat ini mestinya UMKM bisa masuk pasar online. Sebagian besar Usaha Mikro Kecil di DIY belum memanfaatkan teknologi informasi,” kata dia.

Minimnya UMKM yang bersaing di pasar digital, kata Sukamta, karena adanya beberapa permasalahan utama. Yaitu, gagap teknologi, modal terbatas, kurangnya inovasi dan belum memiliki badan hukum. Yang tidak berbadan hukum mencapai 95,67 persen.

Selain butuh sentuhan dari pemerintah, supaya tidak tertinggal perkembangan zaman UMKM perlu melakukan lompatan. Pertanyaannya, bagaimana seharusnya pemerintah membantu UMKM dalam pemanfataan teknologi informasi.

Lain ia memberi saran, terdapat tiga cara untuk membantu UMKM di bidang ini. Yaitu, fasilitasi kemitraan dengan kampus dan dunia usaha yang sukses dengan dukungan TI. Dukungan akses teknologi, manajemen usaha, akses pemasaran. Lalu inkubasi teknologi dengan mengalirkan invesi (hasil riset) menjadi produk.

Contoh riil pemerintah membagi UMKM ada memberi fasilitas gratis ongkos kirim melalui jasa ojek daring. Jika ada pembeli dengan jarak lumayan jauh, maka penjual mengirimkan data pembelian dan alamat ke operator Dinas Koperasi. Lalu operator memesankan ojek daring untuk pengiriman.

 

FULL

 

Tinggalkan komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Harus diisi *

0 komentar