Yayasan Al Insanul Kamil Bantah PHK Secara Sepihak

Marknews.id, Surabaya – Pihak Yayasan Al Insanul Kamil, Surabaya membantah telah melakukan pemecatan (pemutusan hubungan kerja -PHK) terhadap guru di Sekolah Islam Shafta secara sepihak. Ketua Yayasan Al Insanul Kamil, Surabaya, Ahmad Nashruddin menyatakan  pemberitaan di media massa Modern West pada 8 Maret 2021 terkait pemecatan sepihak terhadap guru di Sekolah Islam Shafta itu tidak benar.

Sekolah ini berada di bawah naungan Yayasan Al Insanul Kamil. Ia pun mengaku kaget dan merasa difitnah atas pemberitaan tersebut. 

Dia  menegaskan, kebijakan yang diambil Yayasan Al Insanul Kamil telah sesuai dengan perundangan yang berlaku terkait pemutusan kerja. Ia pun membantah beberapa poin dalam pemberitaan yang berjudul,  Sejumlah Guru Diberhentikan. 

Ahmad Nashruddin menjelaskan, kejanggalan nama narasumber yang bernama Antok pada pemberitaan yang ditayangkan Modern West pada 8 Maret 2021 tersebut. Setelah ditelusuri, tidak ada guru yang bernama Antok.

Selain itu dalam pemberitaan dituliskan, Ahmad (Ketua Yayasan Al Insanul Kamil Surabaya) telah melakukan penamparan dan menggunakan kata-kata kasar untuk mengintimidasi dengan melontarkan pertanyaan yang berbeda kepada tiap guru.

Ahmad Nashruddin menegaskan dirinya tidak pernah melakukan penamparan maupun menggunakan kata-kata kasar dalam mengevaluasi pegawai maupun guru. Pemberitaan yang menyebutkan adanya pemberhentian waka kurikulum juga tidak benar. Tegasnya, tidak benar ada pemecatan beberapa guru.

“Hanya ada 5 guru yang keluar dan itu berdasarkan pilihannya sendiri. Pilihan tersebut berdasarkan performa kinerja yang mereka lakukan, bukan karena alasan yang tidak jelas seperti yang dituduhkan,” kata dia. 

Ia menegaskan, pemutusan hubungan kerja, pihak Yayasan Al Insanul Kamil telah mengikuti prosedur dan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Sebelum pemecatan, pihaknya sudah mengeluarkan teguran sampai SP 3

Ia menambahkan, pada Jumat yang lalu kegiatan belajar-mengajar tetap terlaksana setelah kegiatan olahraga bersama. Pada hari itu, tidak ada tindakan kekerasan fisik sama sekali.Esok harinya, pada Sabtu, tidak  ada pemberhentian Kabag.

“Yang ada hanya reshuffle jabatan yang lazim terjadi di lembaga manapun,” kata dia. 

Ahmad Nashruddin menjelaskan, pihak Yayasan Al Insanul Kamil terbuka untuk melakukan mediasi dengan pihak manapun. Pihaknya tidak pernah menutup pintu untuk siapapun yang beriktikad baik.

FULL

Tinggalkan komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Harus diisi *

0 komentar