Berwisata di Saat Pandemi, Jangan Lupa Asuransi

MARKNEWS.ID, YOGYAKARTA – Pandemi virus corona (covid-19) yang berkepanjangan membuat masyarakat bosan di rumah. Di saat ada penerapan pranata anyar atau new normal, warga sudah tak tahan lagi untuk berwisata.

Namun ada penerapan aturan atau protokol kesehatan yang ketat di tempat-tempat wisata. Di Daerah Istimewa Yogyakarta, pengelola lokasi-lokasi wisata menerapkan aturan ketat untuk mencegah penyebaran virus itu.

Di sisi lain, alangkah baiknya jika masyarakat melindungi diri dengan asuransi. Karena, meskipun tidak berharap, jika wisatawan terkena musibah bahkan terpapar virus maka ada perlindungan dari pihak penyedia asuransi.

“Tak ada salahnya melindungi diri dengan menjadi peserta asuransi. Menjadi peserta asuransi juga merupakan bentuk proteksi diri,” kata
Head of Corporate Communication & Event Management AXA Mandiri, Luile Retno Sawitri melalui diskusi virtual, Selasa, 17 November 2020.

Ia juga mengingatkan wisatawan untuk mengikuti protokol kesehatan saat berada di tempat wisata. Caranya dengan memakai masker, jaga jarak fisik dan sering cucu tangan pakai sabun.

“Harus memproteksi diri agar tidak tertular virus corona,” kata dia.

Dia menyebut, jika menjadi anggota asuransi AXA Mandiri, misalnya, maka akan mendapatkan banyak manfaat. Asuransi AXA Mandiri ini fokus pada asuransi jiwa dan kesehatan. Antara lain, penggantian biaya perawatan kesehatan dan persiapan keuangan jangka panjang.

“Kami memberikan proteksi,” ujar Luile.

Ia menambahkan, peserta asuransi AXA Mandiri bisa melakukan konsultasi kesehatan secara daring. Ada juga program pengantaran obat ke rumah, juga tes laboratorium di rumah. Selain itu juga ada pengingat pengobatan dan pemesanan janji bertemu dokter.

Keuntungan lainnya, kata Lulu, panggilan akrabnya, peserta asuransi ini juga bisa klaim kesehatan melalui platform whatsapp. Kemudian ada layanan eksklusif di rumah sakit, evakuasi medis hingga perawatan kesehatan sesuai kebutuhan.

Marlina Handayani Kepala Bidang Pemasaran Dinas Pariwisata Daerah Istimewa Yogyakarta menyatakan
butuh kedisiplinan menerapkan protokol kesehatan saat berwisata di masa pranata anyar ini. Saat ini di banyak lokasi wisata sudah menerapkan protokol kesehatan bagi pengunjung. Karena wisatawan sudah banyak yang mengunjungi kawasan wisata saat ini.

Bahkan, kata dia, kunjungan wisatawan di Daerah Istimewa Yogyakarta hingga 17 November sudah mencapai lebih dari 1,5 juta orang.

“Sebelum dibuka, lokasi tujuan wisata sudah melakukan simulasi menerapkan protokol kesehatan,” kata dia.

FULL

Tinggalkan komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Harus diisi *

0 komentar