Wabah Corona, Candi Borobudur dan Prambanan Tetap Tutup

MARKNEWS.ID, Yogyakarta – Akibat wabah virus corona atau Covid-19, managemen Candi Borobudur, Prambanan dan Candi Biji memperpanjang waktu tutup untuk kunjungan wisata. PT Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan & Ratu Boko (Persero) menutup sementara akses bagi wisatawan ke beberapa destinasi wisata yang dikelolanya.  Sekian candi, restoran, teater dan Pentas Ramayana juga tetap ditutup. 

“Penutupan sementara ini kembali dilakukan sampai tanggal 21 April 2020. Ini kembali dilakukan dengan melihat perkembangan pandemi Covid-19 

khususnya di wilayah Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta,” kata  Direktur Utama PT TWC Edy Setijono, Sabtu, 11 April 2020.

Penetapan penutupan sementara ini pun setelah melalui koordinasi baik di tingkat pusat maupun pemerintahan daerah. Dengan melihat kondisi tersebut, maka pihak TWC memutuskan untuk melanjutkan penutupan akses wisata TWC.

Selama penutupan akses, PT TWC terus melakukan pembenahan dan perawatan khususnya terkait sarana dan prasarana yang ada. Perawatan dan pemeliharaan taman terus dilakukan agar tetap 

terjaga dan terpelihara lebih baik, sehingga akan menyenangkan bagi wisatawan ke depannya bila keadaan sudah normal dan wisatawan berkunjung ke destinasi TWC. 

“Bersamaan dengan hal tersebut dan melihat kondisi saat ini, Manajemen 

TWC tetap mengharapkan para wisatawan untuk mengikuti imbauan pemerintah untuk stay at home sampai dengan kondisi pulih kembali,” kata dia.

Demi membantu mempercepat pandemi Covid-19 agar segera berakhir, PT TWC juga telah mengeluarkan surat edaran resmi bagi seluruh pegawai untuk tidak melakukan kegiatan bepergian ke luar daerah dan/atau kegiatan mudik dalam rangka Hari Raya Lebaran Idul Fitri 1441 H. Juga 

kegiatan mudik lainnya selama masa berlakunya status keadaan tertentu darurat bencana wabah pandemi Covid-19. Ini sesuai Surat Edaran Kementerian BUMN RI Nomor SE-4/MBU/04/2020 tanggal 

6 April 2020. 

“Hal ini juga diharapkan bisa dilaksanakan oleh segenap masyarakat secara luas untuk 

tidak melakukan perjalanan mudik lebaran untuk tahun ini. Pandemi Covid-19 ini merupakan bencana bagi kita semua, maka dari itu dibutuhkan peran serta seluruh 

lapisan masyarakat agar penyebaran virus ini dapat segera berakhir. Mari kita bergotong royong untuk 

saling memberikan bantuan kepada sesama, dan tentunya juga dengan tidak bepergian keluar daerah

untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19 ini,” kata  Edy Setijono.

Ketua Satgas PT TWC dan Sekretaris Perusahaan Emilia Eny Utari menyatakan, merujuk pada Keputusan Menteri BUMN RI, PT TWC juga telah ditunjuk menjadi 

koordinator wilayah Satgas Bencana Nasional BUMN di Daerah Istimewa Yogyakarta. Tugas dari satgas ini di antaranya menginisiasi dan mengkoordinasikan pelaksanaan kegiatan tanggap bencana secara terencana dan terpadu bagi BUMN-BUMN di wilayah DIY.

“Satgas Bencana BUMN wilayah DIY ini juga menganalisis kebutuhan utama dalam 

penanggulangan Covid-19, seperti kebutuhan APD bagi tenaga medis, penyediaan kebutuhan sarana sanitasi seperti tempat cuci tangan umum dan juga bantuan kebutuhan pokok bagi masyarakat yang membutuhkan melalui bantuan sembako,” kata dia.

Dilakukan juga dukungan dan bantuan untuk renovasi ruangan Rumah Sakit Rujukan bagi PDP maupun pasien positif Covid-19. Diharap dengan adanya Satgas Bencana Nasional BUMN ini, BUMN dapat berkontribusi untuk membantu menanggulangi bencana Covid-19 di Daerah Istimewa Yogyakarta.  Sehingga situasi dan kondisi dapat berjalan normal kembali.

FULL

Tinggalkan komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Harus diisi *

0 komentar