Rakerda PDI Perjuangan Bahas Anggaran Bencana dan Haki

Para pengurus DPD PDI Perjuangan DIY

MARKNEWS.ID, Yogyakarta – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PDI Perjuangan  Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) punya dua agenda besar untuk masyarakat dalam rapat kerja daerah (Rakerda) di Rich Hotel Yogyakarta, hari ini, 8 Maret 2020. Yaitu soal anggaran penanggulangan bencana dan hak kekayaan intelektual atau Haki.

Totok Hedi Santoso, Sekretaris DPD PDI Perjuangan DIY menyatakan, anggaran untuk penanganan bencana yang terjadi secara tiba-tiba masih dirasa kurang. Melalui para wakil rakyat dari partai ini, diharapkan anggaran dari pemerintah di sektor ini ditambah.

”Seluruh Fraksi PDI Perjuangan di DIY harus  mencantumkan anggaran untuk kebencanaan,” kata  Totok Hedi Santoso kepada pers di Kantor PDI Perjuangan  DIY, Jumat, 6 Maret 2020.

Ia menjelaskan, di DIY sering terjadi  bencana. Antara lain banjir bandang, gempa bumi, tanah longsor, puting beliung, erupsi Merapi dan lain-lain. Sehingga anggaran ini sangat dibutuhkan. Selama ini pemerintah daerah dinilai belum menganggarkan secara khusus untuk kebencanaan sehingga kalau tiba-tiba terjadi bencana, pemerintah bingung. Di tingkat kabupaten/kota se-DIY pun menyangkut anggaran kebencanaan juga harus diperjuangkan. 

”Buat apa kami menang kalau tidak bisa memperjuangkan kebutuhan masyarakat,” kata Totok.

Selain anggaran kebencanaan, PDI Perjuangan juga menyoroti Haki. Partai moncong putih ini  bakal memperjuangkan agar masyarakat yang punya kreasi mendapatkannya,. Khususnya untuk masyarakat seperti  penemuan jamu, dan lainnya.

“Partai akan mengadvokasi agar mereka bisa mendapatkan sertifikat HAKI,” kata dia.

FULL

Tinggalkan komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Harus diisi *

0 komentar