Jogja Agro Techno Park Jadi Wisata Baru, ini Usulan DPRD


MARKNEWS.ID, Yogyakarta – Ada tempat wisata edukasi baru di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).Tepatnya berada di Kabupaten Kulon Progo. Jogja Agro Techno Park (JATP) menjadi salah satu lokasi yang menarik  untuk dikunjungi.

Pengelolaan taman wisata edukasi agro ini diusulkan oleh DPRD DIY  melalui Komisi B dikelola oleh Badan Usaha Milik Daerah (BUMD).

DPRD siap memberikan rekomendasi penyertaan modal terhadap BUMD yang akan mengelola fasilitas wisata berbasis edukasi tersebut.

Wakil Ketua Komisi B DPRD DIY Dwi Wahyu menjelaskan meski pun saat ini JATP sedang dalam proses menuju kerja sama pemerintah badan usaha (KPBU) yang ditangani bersama Pemerintah Pusat.  Namun bukan berarti 

BUMD tidak memiliki peluang. 

“Salah satu BUMD yang memiliki potensi mengelola JATP adalah Tarumartani. Karena saat ini Tarumartani memungkinkan mengembangkan sayap ke arah usaha pertanian dan pangan. JATP sendiri ke depan diharapkan memberikan dampak pada ketahanan pangan,” kata Dwi, Kamis, 23 Januari 2020.

Ia menambahkan, kalau harus ada investasi dari Pemda DIY, tentu DPRD mendukung itu. Kalau dikelola BUMD akan lebih baik.

“Salah satunya yang tepat Tarumartani, melalui penyertaan modal. Saat ini kami sudah mendukung Tarumartani melalui penyertaan modal sebesar Rp28 miliar di 2020 ini,” kaya Dwi, di DPRD.

Ia meminta Pemda DIY untuk memaksimalkan peran perguruan tinggi yang ada di DIY untuk memberikan kontribusi terhadap pembangunan JATP. Keberadaan JATP  diharapkan mampu memberikan sumbangsih dalam teknologi pertanian seiring lahan yang kian menyempit sekaligus memberikan kontribusi terhadap pariwisata. 

“Sehingga Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan DIY dan Dinas Pariwisata DIY bisa berkolaborasi dalam membangun JATP,” kata dia.

Untuk penyelesaian JATP diperkirakan membutuhkan dana sekitar Rp400 miliar namun saat ini pembangunan baru tercapai sekitar Rp100 miliar. Soal anggaran sebenarnya juga bisa memakai dana keistimewaan, karena pertanian juga bisa masuk salah satu nomenklatur budaya.

Anggota Komisi B DPRD DIY Sudarto menilai, dari hasil kunjungannya ke JATP pekan lalu, ia pesimis terkait kemungkinan adanya investor dari luar. Mengingat dari sisi fasilitas masih butuh penambahan yang sangat banyak. 

“Dengan dikelola BUMD,  nantinya JATP tidak serta merta untuk mencari keuntungan semata melainkan  menjadi salah satu wahana edukasi untuk masyarakat,” kata dia.

FULL

Tinggalkan komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Harus diisi *

0 komentar