Modifikasi Ayla ala Lambo Hanya Butuh Rp 70 juta


MARKNEWS.ID, Yogyakarta – Pada ajang Sedulur Daihatsu 2019, di Kompleks Candi Prambanan Yogyakarta pekan lalu,

Sedikitnya ada 3.000 unit mobil Daihatsu berbagai tahun berkumpul. Acara kangen-kangenan itu juga menjadi ajang unjuk mobil.


Salah satunya yang cukup memukau pengunjung adalah Daihatsu Ayla tipe M berpelat nokr AG 1718 QQ milik Arif Juli Prabowo warga Kota Blitar, Jawa Timur. Mobil yang tergolong

low cost green car (LGCG) ini dimodifikasi layaknya mobil spor Lamorgini. Mobil in juga sudah banyak memenangkan kontes mobil sport untuk rally.

“Ini mobil keluaran tahun 2014. Selama dua tahun setengah saya modifikasi perlahan. Kalau ditotal membutuhkan biaya Rp 70 jutaan,” kata Arif.

Mobil mungil ini diubah menjadi

mobil sport yang dipakai untuk rally. Drag X bar di bagian belakang mobil membuat terlihat kokoh dan siap untuk bermanuver dengan kecepatan tinggi.

Dari sisi pintu depan, dibuat mirip Lamborghini.  Jika pintu dibuka, bukannya terbuka ke samping tetapi ke atas. Arif menyebut pintu model ini adalah model gullwing yang cara membukanya lebih dominan ke atas.

Engsel pintu aslinya dilepas, kemudian dibuat engsel sendiri dari plat baja. Bentuknya menyerupai huruf Y, atau biasa disebut engsel universal. Tinggal ditarik pembukanya dengan agak menekan ke bawah, pintu terbuka ke atas.

Dari sisi interior, lebih didominasi merek Sparco terutama pada jok dan Momo di stir yang bisa dilepas kapan saja. Setir bisa dilepas seperti mobil balap F1.

Konsepnya memang sederhana. Ingin mengubah mobil mungil menjadi mobil sport. Namun hasilnya bisa maksimal.

Di sisi eksterior, tidak banyak perubahan. Namun penambahan stiker cutting,  menambah tampilan mobil layaknya mobil sport berkelas. Varian warna merah, putih dan hitam menjadikan mobil semakin cantik.

“Ayla tipe M ini saya modifikasi jadi mobil sport, mengubah bemper, body kit, daleman mesin dan interior,” kata Arif, Sabtu, 3 Agustus 2019.


Soal mesin tak bisa diremehkan. Meskipun  1.000 cc, namun setelah ditambah swap engine atau alat untuk menaikkan performa mesin, bisa dibilang menjadi lebih dari 1.200 cc.

“Untuk 100 meter pertama butuh 11 detik,” kata Arif.

Memodifikasi mobil baginya memiliki kepuasan tersendiri. Selain itu, karena memiliki bengkel, ia mudah untuk menjalankan setiap konsep di otaknya


Ayla milik Arif tergabung di Daihatsu Ayla Indonesia (DAI). Sejumlah prestasi pernah diraih Ayla milik Arif di berbagai kontes adu keren mobil di tanah air. Salah satunya di ajang bergengsi Otosport Creative Community (OCC) di Surabaya serta Djarum Black dan sejumlah kontes lainnya. Rute terjauh yang pernah diikuti di berbagai event adalah di Bali dan Lombok.

“Hampir selalu menang di kategori the best rally mode,” kata dia.


Chief Executive PT Astra International –Daihatsu Sales Operation Supranoto mengakui pentingnya mengadakan kegiatan mempertemukan pemilik mobil Daihatsu. Meski pun, komunitas tidak terlalu berpengaruh terhadap penjualan unit merek Daihatsu, tetapi melalui kopi darat bisa dikenalkan berbagai macam produk.


“Melalui kegiatan seperti ini (Sedulur Daihatsu) kami bisa menangkap minat masyarakat dan meminta masukan untuk perbaikan produk,” kata dia.


Domestic Marketing Division Head PT Astra Daihatsu Motor Rudy Ardiman menambahkan, total ada 3.000 mobil yang berkumpul di kompleks Candi Prambanan, Sabtu, 3 Agustus 2019. Mulai dari komunitas Taruna, Zebra, Hi-jet, Ceria, Taft, Charade, Classy, Feroza dan lain-lain.

Sedulur Daihatsu cocok untuk mempererat kekeluargaan dan berbagi informasi tentang kendaraan masing-masing.


“Ini sebagai ajang silaturahmi, kopdar (kopi darat) komunitas, bisa saling bantu dan mengingatkan,” kata dia.

Tinggalkan komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Harus diisi *

0 komentar