Penulis Buku Ternak Cebong dan Kampret Menyesal

Dua buku best seller. Namun akhirnya sang penulis menyesal

MARKNEWS.ID, Yogyakarta – Sejak terbit pertama kali tahun 2014, dua buku ini telah  dicetak ulang ratusan kali. Dua buku itu masuk kategori best seller nasional melalui penjualan online maupun toko buku. Sang penulis menyesal telah menulis cara ternak cebong dan kampret.

Ranking penjualannya mendekati buku legendaris “Risalah Tuntunan Shalat Lengkap” terbitan Karya Toha Putra yang sudah tak terhitung cetakan keberapa.

Tapi rekor penjualan buku Cebong dan Kampret ini malah semakin mengkhawatirkan penulisnya. Penulis dan sekaligus  sebagai penerbit ‘kelas tengu’ ini gundah dengan larisnya buku itu.

“Kekhawatiran utama saya adalah kelestarian keanekaragaman hayati di negara kita. Setelah istikharah, akhirnya Saya memutuskan untuk tidak lagi mencetak ulang kedua buku ini,” kata penulis buku ini tanpa mau sebut nama.


Semakin lama spesies cebong dan kampret hasil ternakan semakin beringas, invasif dan membahayakan spesies endemik lain. Ia tidak tahu pembeli buku ini berimprovisasi dengan mengawinsilangkan spesies impor, merekayasa genetika, memapar dengan radioaktif radikal atau apapun. Yang jelas kedua spesies ini telah “over populated” dan merusak kerukunan hidup spesies-spesies lain.

Rasanya negara ini terlalu luas jika hanya dihuni kedua spesies ini. Entah berapa orang yang telah berhasil meraup rupiah dari hasil beternak kecebong dan kampret selama ini.

“Tapi saya telah mantap memutuskan untuk menyudahi penjualan kedua buku ini dan berharap harmoni alam nusantara kembali seperti semula. Saya menyesal menulis buku itu,” kata penulis yang juga seniman ini.

FULL

Tinggalkan komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Harus diisi *

0 komentar