Dul Kenyut Naik RX King


Ada yang berbeda dari si Dul Kenyut hari ini. Ia macak (bersolek) perlente. Pakai kaca mata hitam, celana jin dan jaket kulit.

Ia menuju ke garasi rumahnya dan menyamperi sepeda motor kesayangannya,  Yamaha RX King yang ia miliki sejak tahun 90 an. Sepeda motor itu menjadi saksi saat ia kuliah dan masih lirak-lirik cewek.

Dul Kenyut yang sudah merasa trendi itu lalu menuju ke tempat berkumpulnya para kingers,  sebutan penggemar RX King.  Dengan gaya yang milenial,  helm standar, kaca mata hitam dan jaket kulit ia menggeber sang “raja”, reeeeeeeng.

RX King ini jadi favorit.  Bahkan ada lhoo menteri sekarang ini waktu kuliah hanya bisa ngiler kalau melihat King karena gak mampu beli. Menteri itu bahkan sekarang menangani soal perhubungan.

Di jalanan ia menjadi contoh pengguna jalan. Tidak mau melanggar lampu merah. Kalau ada orang menyeberang jalan, ia mendahulukan mereka.

Ternyata sampai di lokasi kumpul, sudah ada seribu lebih para kingers. Ramai dan meriah acaranya.  Para kingers itu terdiri dari berbagai macam orang dan profesi bahkan pengangguran pun ada, hehehe yang penting gayanya boooos.

Dul Kenyut langsung berbaur dengan mereka.  Wow, ternyata dia menjadi idola di kumpulan para kingers itu.

“Hoooe, assalamualaikum,  gimana kabar kalian,” sapa si Kenyut.

Sambil menyerocos,  Dul Kenyut nanya mereka udah pada salat apa belum. Karena, bagi dia, boleh bergaya, boleh membanggakan King nya.  Tapi salat tetap diutamakan.

“Hoe,  aku gak peduli dengan maksiatmu, tapi aku peduli dengan imanmu,” kata Kenyut.

Dul Kenyut paham betul komunitas motor itu banyak yang sering maksiat.  Tapi juga banyak lah yang santri, taat beragama tapi tetap gaya.

Kalian ini kan banyak juga yang sering ke karaoke too. Bahkan karaoke adalah singkatan kathok diplorotke,  rok diunggahke oke (celana diplorotin rok dinaikin oke) hehehe.

Nah, kata Dul Kenyut,  terserah kalau kamu masih STMJ, salat terus maksiat jalan.  Bahkan dia sering mengimami teman-temannya yang mabuk tapi ikut salat.

“Yang lain bilang amin, ini malah hoiiik (bersendawa akibat habis minum alkohol), hehe, “ kata dia.

Tapi, kata Kenyut,  paling tidak, mereka yang masih sering mabuk dan maksiat itu ada remnya.  

Ibarat motor King, gas itu adalah nafsu. Remnya adalah iman. Maka Tuhan menciptakan nafsu juga memberi iman.

“Kalau gak ada nafsu, gak asik. Hanya malaikat yang cuma begitu. Ngaceng boleh, tapi ojo ngacengan, weka weka weka,” nasihat Dul Kenyut ke teman-temanya itu.

Ia sengaja tidak mau dengan keras melarang teman-temannya untuk menghentikan kebiasaan bermaksiat. Ia hanya mengajak salat, bersalawat dan mengaji. Lambat laun mereka menyadari kemaksiatan harus ditinggalkan.

Ternyata mereka yang dulunya sering bermaksiat, kini menjadi jamaah rutin Dul Kenyut.  Bahkan lebih rajin dari santri yang masih belajar di sekolah-sekolah agama.

“Orang baik itu punya masa lalu, yang belum baik itu punya masa depan jadi baik,” kata Dul Kenyut sambil mengisap 234 kesayangannya.

Kawan Dul Kenyut.

Tinggalkan komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Harus diisi *

0 komentar